Riri Digelari ‘Putri Dayang Negeri’

RiriBENGKULU, PB – Buah hati H John Latief dan Hj Leni Haryati SE MM, Riri Damayanti SPsi kembali mendapatkan gelar adat. Setelah diganjar dengan gelar ‘Anak Suku Adat Tiang Empat’ oleh Ketua Adat Kecamatan Pematang Tigo Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (22/9/2015), Riri kembali mendapatkan gelar adat ‘Putri Dayang Negeri’ oleh Masyarakat Adat Kecamatan Tapus Kabupaten Lebong. Meski diguyur hujan, ribuan warga masyarakat Lebong hadir dalam penganugrahan gelar adat ini.

Ketua Tokoh Adat Tapus Kecamatan Tapus Kabupaten Lebong, Salim, mengatakan, pemberian gelar ini didasari oleh musyawarah bersama tokoh masyarakat Tapus. Dijelaskannya, keterpilihan putri asli Tapus tersebut sebagai ‘Senator Termuda’ di Indonesia telah mengharumkan Kabupaten Lebong, khususnya Kecamatan Tapus.

“Diusianya yang masih begitu belia, Riri sudah mampu mengharumkan nama Tapus. Dan selama ia memainkan perannya sebagai senator, Riri telah banyak membuktikan mampu menyuarakan aspirasi rakyat Bengkulu,” kata Salim.

Pemberian gelar adat ini, lanjut Salim, juga diberikan karena jebolan Universitas Indonesia tersebut tak melupakan Tapus sebagai kampung halamannya. Selaku tokoh masyarakat, ia memberikan apresiasi kepada Riri yang seringkali menggelar pertemuan dengan masyarakat setempat, baik dalam bentuk reses, maupun silaturahmi.

“Dengan pemberian gelar ini kami juga berharap ia bisa menjadi teladan bagi putra-putri kami dan bagi masyarakat secara keseluruhan. Semoga gelar ini mampu mendorong munculnya Riri-Riri yang lain di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Pemberian gelar adat bagi anggota Komite II DPD RI tersebut juga disertai dengan pengundian  1 unit sepeda motor dan beberapa hadiah lainnya yang dibagikan kepada setiap warga yang beruntung yang tersebar di desa-desa di Kecamatan Kecamatan Tapus. Ikut serta Penjabat Bupati Lebong Ir H Khalid Agustin MSi, camat, lurah, dan perangkat desa di Kecamatan Tapus.

Mengenai pemberian gelar ini, Riri Damayanti John Latief mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Lebong yang telah memberikannya gelar ‘Putri Dayang Negeri’.

“Bagi kami ini merupakan amanah dan tanggung jawab agar dapat lebih memperhatikan masyarakat Tapus khususnya dan masyarakat Lebong secara keseluruhan. Ini merupakan tantangan kami untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik disini,” ucap dara kelahiran kelahiran Bengkulu, 4 Februari 1990 ini penuh optimis. [rev]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait