Pemadaman Karhutla, Tiga Negara Terus Bekerja

Ada-218-Kasus-Kebakaran-hutan-Pemerintah-Diminta-Tetapkan-Kabut-asap-Sebagai-Bencana-NasionalJAKARTA, PB – Tim gabungan operasi udara dari Indonesia, Singapore dan Malaysia terus bekerja untuk memadamkan api akibat karhutla di Sumatera Selatan. Total ada 7 helikopter, 3 pesawat fix wings melakukan water bombing dan satu pesawat Casa untuk hujan buatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, saat ini, operasi dikonsentrasikan di daerah Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. 7 heli dan 4 pesawat tersebut terdiri dari 6 heli BNPB, 1 heli dari Singapore, 2 pesawat Air Tractor dari Kementerilah LHK, 1 pesawat hujan buatan BNPB, dan 1 pesawat Bombardier dari Malaysia.

“Pemerintah Malaysia telah mengirimkan 1 pesawat jenis Bombardir 415 MP dengan kapasitas 6 ton,” ujarnya, Minggu (11/10). Ia menambahkan cara loading air dengan scooping di laut.

Tiba hari Jumat sore, lanjut Sutopo, pesawat ini akan beroperasi sampai dengan 16-10-2015 atau hanya 5 hari efektif. Setelah itu, pihak Malaysia akan melihat situasi apakah ditarik pulang atau diperpanjang.

Sementara, sambungnya, Singapura telah mengirimkan 1 Heli Chinook dengan kapasitas 5 ton yang tiba Sabtu siang. “Heli ini akan dioperasikan selama 13 hari yaitu 11-23 Oktober 2015,” imbuhnya.

Pemegang komando kendali nasional adalah Indonesia, dalam hal ini BNPB. Briefing kepada para pilot dan crew tentang Rencana Operasi, pembagian daerah dan tugas operasi serta aturan keselamatan juga dikomandoi BNPB.

“Sedangkan Kodal operasi sehari- hari berada pada Komandan Sub Satgas Udara,” paparnya.

Tak hanya kedua negeri jiran itu yang akan membantu penyelesaian Karhutla ini. Kata Sutopo, Tim Aju Australia akan tiba di Palembang pada Minggu dan diperkirakan pesawat “Thor” type Hercules L 100¬† dengan kapasitas 15 ton akan tiba pada Selasa/Rabu besok.
Nah, metode pengisian air dengan hercules ini berbeda dengan heli tadi. “Caranya dengan memompa¬† dari mobil tangki,” jelasnya.

Karena masih digunakan untuk memadamkan Karhutla di NSW Australia, kata Sutopo, pesawat ini hanya dapat dioperasikan selama 5 hari. “Indonesia masih menunggu konfirmasi bantuan pesawat dari negara lainnya,” tutupnya. (Gara Panitra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait