Riri Damayanti: Tata Kelola Sumberdaya Alam Harus Diperbaharui

13-RIRI-OKLEBONG, PB – Pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam harus diubah untuk mendukung kesejahteraan rakyat dan pengelolaan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Senator muda Riri Damayanti John Latief saat berkeliling mendatangi konstituennya di pelosok-pelosok desa di Kebupaten Lebong.

Riri yang juga berkampanye untuk Ibunya itu, Leni Haryati John Latief, Calon Bupati di Kabupaten Lebong turut menggagas program pembangunan yang berbasis ekologi.

“Pembangunan dan pengelolaan sumber daya mesti selaras dengan pelestarian alam, berbasis ekologi dan sosial yang sesuai dengan potensi daerah, tuturnya.

Ia menilai perbaikan tata kelola pertambangan dan perkebunan skala besar mesti memperhatikan aspek pengendalian, reklamasi lingkungan dan tanggung jawab sosial, dengan begitu kekayaan alam masyarakat Lebong tidak akan lagi dieksploitasi semata tanpa memperhatikan aspek pemulihan lingkungan serta kesejahteraan warga disekitar pertambangan dan perkebunan.

Terpisah, Koordinator Lebong untuk Kedamaian, Leni Anggraini, menuturkan, salah satu program Leni Haryati John Latief yang menonjol adalah pengadaan jaringan listrik melalui pembangunan jaringan dan pembangkit tenaga listrik dari sumber daya energi terbarukan.

Langkah ini akan diwujudkan dengan membangun kerjasama pengembangan sumber energi potensial dan terbarukan yang sesuai dengan potensi Lebong dan mengembangkan pembangkit listrik mikro hidro, tenaga surya dan sumber energi alternatif lainnya untuk kawasan yang memiliki potensi namun terisolasi dari dunia luar, kata Leni Anggraini.

Leni Anggraini menuturkan, langkah-langkah tersebut akan disempurnakan dengan pengembangan wisata alam dan wisata pertanian/perkebunan dengan harapan dapat melahirkan efek perekonomian berantai guna memakmurkan keuangan rakyat dan daerah Lebong secara keseluruhan.

Semua upaya tersebut, sambung Leni Anggraini, akan diperkuat dengan pembuatan regulasi pertambangan rakyat yang berbasis ekologi dan memprioritaskan peran serta masyarakat dan daerah dalam kegiatan eksploitasi, juga mobilisasi sumber daya alam.

Rasa syukur juga disampaikannya kepada masyarakat Lebong karena telah memberikan gelar adat kepada Riri Damayanti John Latief di Kecamatan Tapus beberapa pekan lalu. “Alam seakan mengkaruniai kegiatan tersebut dengan hujan,” katanya.

Sebelumnya, telah tiga bulan kawasan Tapus belum turun hujan. Namun meski hujan turun dengan derasnya, rakyat yang hadir di acara Riri tersebut bukannya kian surut, tapi justru semakin menyemut.

“Saat itu terjadi angin badai. Pohon besar banyak yang tumbang. Tapi di lokasi acara justru sama sekali tidak ada angin. Menurut sebagian besar orang tua di Lebong, ini pertanda alam merestui gelar yang disematkan kepada Riri. Dugaan ini diperkuat karena ada yang mengaku melihat elang berantai muncul di atas langit Tapus,” ujar Leni.

Tak sampai disitu saja, ungkap Leni Anggraini, ketika Riri Damayanti John Latief mengadakan acara bagi-bagi motor di Kecamatan Lebong Sakti sebagai wujud syukurnya terpilih sebagai anggota DPD RI, kejadian mistik lainnya terjadi. Orang yang seharusnya mendapatkan motor yang ia bagikan tidak hadir di acara sehingga harus diundi ulang.

“Mungkin orang yang diumumkan namanya pertama kali bukan orang yang mendukung kehendak perubahan. Setelah diundi ulang, orang yang mendapatkan motor berikutnya adalah orang yang mengaku dibelakang rumahnya sering terdengar pohon kemiri yang nangis, namun berhenti menangis setelah mendapatkan motor Riri. Terlepas dari kebenaran ceritanya, ini menunjukkan betapa besarnya harapan rakyat terhadap perubahan di Kabupaten Lebong,” tutup Leni. [rudra/bis]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait