Perikanan Bahari Kabupaten Kaur Buka Peluang Investasi

DSC_0055Kaur. (3/6), Kabupaten Kaur terletak di bagian paling selatan dari Provinsi Bengkulu dan berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung. Di sebelah timur membentang bukit barisan dan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bagian barat Kabupaten ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dengan panjang garis pantai 89,17 km

Sebagai kabupaten yang berada di daerah pesisir, Kabupaten Kaur memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang besar dengan panjang garis pantai 89,17 Km yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia serta merupakan Zona Ekonomi Eksklusif yang memiliki peluang investasi untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan potensi hayati laut Kaur diperkirakan mampu menghasilkan tangkapan ikan dengan berbagai jenis serta menjadikan sektor perikanan dan kelautan memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar untuk perikanan tangkap dan budidaya (payau dan laut). Potensi budidaya akan semakin besar jika dimanfaatkan pula keberadaan lahan dan perairan tawar yang cukup besar. Selain itu juga tersimpan sumberdaya ekonomi yang tak kalah penting, yaitu sektor jasa (pelabuhan perikanan dan pariwisata).

Potensi ini belum dapat dioptimalkan oleh pemerintah daerah dan masih menghadapi beberapa permasalahan dan kendala. Kendala utama yang dihadapi antara lain konflik penggunaan ruang dan sumberdaya, penerapan teknologi kelautan dan perikanan yang belum memadai, terbatasnya sumber permodalan yang dapat digunakan untuk investasi, rendahnya kualitas hidup praktisi perikanan khususnya pembudidaya ikan dan nelayan, rendahnya kualitas sumberdaya manusia praktisi perikanan sebagai penggerak utama dalam industri perikanan.

Armada tangkap yang dimiliki nelayan Kabupaten Kaur relatif masih terbatas dan umumnya masih menggunakan perahu motor tempel. Karena keterbatasan armada tangkap, area pengakapan yang sangat luas sampai 200 mil laut dari pantai masih belum termanfaatkan secara optimal. Kapal perikanan yang ada hanya berkapasitas maksimum 10 GT sehingga masih terbuka peluang bagi para investor untuk berinvestasi di pesisir Kaur dengan kapasitas kapal yang lebih besar. Dengan begitu, area penangkapan yang sangat luas tersebut bias dimanfaatkan secara optimal.

Produksi Perikanan Tangkap di Kabupaten Kaur pada tahun 2013 adalah 2.381.916 ton sementara itu Jumlah Perahu /Kapal dan Jenis Kapal di Kabupaten Kaur sebanyak 166 Perahu Tanpa Motor, 675 Perahu Motor Tempel dan 1 Kapal Motor. Sedangkan sebanyak 12 TPI dan 1 PPI hingga saat ini masih berfungsi dengan baik.

Selain penangkapan, potensi kelautannya terutama sepanjang garis pantai yang memanjang dari utara ke selatan juga sangat potensial untuk digunakan sebagai areal pengembangan budidaya. Luas Potensi Lahan Budidaya Perikanan Budidaya Laut adalah 1400 Ha sedangkan Budidaya Tambak sebesar 100 ha.

Berikut ini beberapa peluang usaha di Kabupaten Kaur di bidang Bahari :

  1. Usaha Perikanan Tangkap

Pantai selatan Kabupaten Kaur memiliki poteni perikanan yang cukup besar dan memiliki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil laut dengan luas areal penangkapan ±  33.028,57 km². Potensi perikanan yang umumnya didominasi oleh ikan pelagis besar, diantaranya Cakalang (Katsuwonus pelamis), Madidihang (Thunnus albacares), Tenggiri (Scomberomorus sp), Tongkol (Euthynnus sp),  Ikan cucut (Isurus glaucus), Setuhuk loreng (M.nitsukuri), Setuhuk Biru (M.mazara), Ikan Pedang (Xiphias gladius), Setuhuk hitam (Makaira indica), Layaran (Istiophorus platypterus), Albakora (Thunnus alalunga) serta udang Lobster. Khusus untuk area penangkapan sampai zona teritorial (12 mil laut) diperkirakan Pesisir Kaur memiliki potensi lestari (MSY) sebesar 509,50 ton/tahun. Sampai saat ini nelayan Kabupaten Kaur telah mampu produksi lebih dari potensi yang ada. Hal ini membuka peluang bagi para pengusaha dari investor di bidang perikanan tangkap untuk memanfaatkan potensi tersebut.

  1. Usaha Budidaya

Panjang pantai pesisir Kaur yang mencapai ± 89,17 km memungkinkan dikembangkannya beragam kegiatan budidaya seperti budidaya tambak.

Selain tambak, potensi area budidaya laut di Kabupaten Kaur dengan ekosistem yang lengkap, wilayah pesisir Kabupaten Kaur juga sangat baik untuk areal budidaya seperti budidaya rumput laut, lobster, ikan hias dan sebagainya.

  1. Usaha Pengolahan Hasil Laut

Usaha Pengolahan hasil laut yang ada di Kabupaten Kaur masih terbatas pada pengolahan ikan seperti abon ikan dan bakso ikan. Semuanya pengolahan masih berupa industri rumahan dan belum berkembang secara optimal. Sampai sekarang Kabupaten Kaur belum memiliki industri pengolahan besar sehingga peluang investor di bidang ini masih sangat terbuka luas.

  1. Bengkel dan Perkapalan

Kabupaten Kaur hingga saat ini masih belum memiliki fasilitas bengkel perbaikan kapal yang memadai. Bengkel yang ada baru sebatas perbaikan untuk mesin motor tempel. Dengan begitu bila ada kapal atau perahu nelayan yang mengalami kerusakan yang cukup parah, nelayan masih kesulitan untuk melakukan perbaikan.

  1. Industri Bahari

Di Kabupaten Kaur sampai saat ini belum terdapat industri bahari yang cukup besar. Industri di bidang bahari baik pengolahan maupun penyediaan peralatan masih terbatas pada industri rumahan. Begitu pula untuk penyediaan es dan bahan baku lainnya. Di pesisir Kabupaten Kaur baru ada satu pabrik es skala mini yang sudah tidak beroperasi lagi dengan kapasitas yang terbatas. Padahal dengan potensi perikanan yang cukup besar , Kabupaten Kaur sudah layak memiliki industri bahari seperti pabrik es skala besar, industri pembuatan kapal/perahu atau pabrik pengolahan/pengalengan ikan. Masuknya para pengusaha di bidang industri bahari sangat diharapkan untuk memenuh kebutuhan­ kebutuhantersebut sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. (Sumber: http://bappeda.kaurkab.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait