Tabot Tebuang Penuh Lautan Manusia

11216262_1480960018880498_8180237281707699126_n1538751_1480959712213862_8459724089776882344_n             BENGKULU, PB – Festival Tabot sudah menjadi pesona yang menyihir rakyat Bengkulu, ribuan orang rela berdiri terpanggang dibawah sengat matahari. Hari ini, Jum’at, 23 Oktober 2015 adalah prosesi akhir dimana ribuan rakyat menatikan acara Tabot Tebuang. Lautan manusia yang riang sudah tampak sejak pagi ini, pukul 09.00 WIB. Mereka menunggu pawai Tabot dari kawasan View Tower di Jalan Ahmad Yani hingga Makam Karbela, Tanah Patah. Anak-anak tampak tak canggung bersama keluarganya menduduki median Jalan Ahmad Yani. Salah satu warga Gading Cempaka, Yuliana (27 thn), yang sehari-hari bekerja di pertokoan terpaksa menutup tempt jualnnya dan datang menyaksikan kemeriahan Tabot Tebuang. “Selain ke anak, sayo datang ke kawan-kawan kerjo jugo,” katanya dengan senyum lebar. Lain lagi dengan Thamrin (34 tahun), yang datang jauh-jauh dari Garut, Jawa Barat. Ia menuturkan bahwa di tempat asalnya bulan Agustus lalu diselenggarakan pesta rakyat, carnaval dan pertunjukkan seni ditampilkan, namun hanya berlangsung selama dua hari. “Bengkulu tidak kalah menariknya, apalagi disini acaranya berlangsung selama 10 hari, sejak kemarin malam kemeriahaan ini hampir tidak ada putus-putusnya,” katanya sambil menepuk tangannya ketika melihat pawai Tabot melintas di depannya. (Baca juga: Rezeki Pedagang Kecil Ditengah Fatival Tabot) Kepadatan pengunjung tampak sepanjang Jalan Suprapto hingga Jalan S. Parman. Para penungjung tampak berbaur bersama ribuan warga yang mengiringi pawai Tabot. Banyak dari pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan moment indah tersebut dengan berfoto selfie. “Ini acara setahun sekali, jarang loh dek, apalagi kami yang datang dari jauh, dari Lampung. Bisa bantu jepretkan fotonya, dek? kata Ibu Hasna sambil menyodorkan kamera fotonya. Meski baru digelar pukul 14.00 WIB, namun antusias rakyat tidak lekang meski menunggu dengan peluh keringat sejak pagi tadi. Festival Tabot yang digelar sejak 14 hingga 22 Oktober 2015 ini telah berjalan dengan sukses. Dilepas oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, penutupan ritual tabot ini berlangsung khidmat. Dalam pandangan Junaidi, Festival Tabot merupakan budaya Bengkulu yang terbesar dan tak tergantikan. “Semua kemeriahan ini kita abdikan untuk menarik wisatawan ke Bengkulu. Berbagai pagelaran budaya yang ditampilkan dalam Festival Tabot ini akan terus kita lestarikan,” kata Junaidi. Iring-iringan tabot diarak sepanjang empat kilomoter hingga matahari terbenam. Dipimpin tabot sakral di depan, tabot imam dan tabot bangsal akhirnya berpisah di Simpang Lima Soeprapto. Sebanyak 17 tabot imam tetap diarak menuju Simpang SKIP dilanjutkan ke Karbela atau Makam Syekh Burhanuddin. Sementara 16 tabot bangsa diarak melintasi Jalan Fatmawati, Penurunan dan dilanjutkan ke Pantai Panjang dan kembali di kediaman KKT yang terdapat di Kelurahan Lempuing. Hampir seluruh tabot karya keluarga besar Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bencoolen memiliki ornamen dan interior yang unik dan meriah. Kemegahan bercampur mistik terasa kental ketika sejumlah pimpinan KKT Bencoolen melaksanakan ritual terakhir di atas kuburan Imam Senggolo atau Syekh Burhanuddin, sang pencetus tabot di Bengkulu. Kenduri dan sesaji yang terdiri dari beras ketan, pisang emas, tebu, jahe, dadeh, gula aren, gula pasir, kelapa, ayam, daging, bumbu masak, kemenyan, candu dan lain-lain merupakan bahan-bahan yang dipakai dalam ritual penutupan tabot ini. “Arti dari pembuangan tabot ini adalah dibuangnya kebiadaban, keburukan dan kesombongan yang kerap merasuki jiwa manusia,” kata Ketua KKT Bencoolen, Ir Achmad Syiafril Syahbuddin. Pembuangan tabot sekaligus menandakan berakhirnya peringatan tahun baru Islam 1437 Hijriah. Meski berlangsung sepanjang 1 sampai 10 Muharram, namun ritual tabot merupakan manifestasi dari kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan di Padang Karbala, Irak. [Ag/RN] 10170690_1480959865547180_9084394258356385731_n12039531_1480959628880537_3222404535469928882_n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait