Di Pembukaan Tabot Nanti, Gubernur Diarak Keliling Lapangan

ARAK-ARAKAN-TABOT-TEBUANG-JL-3BENGKULU, PB – Sesuatu yang berbeda akan dilakukan oleh Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Bencoolen pada Festival Tabot pada tahun ini. KKT akan mengarak Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Sabtu (10/10).

“Beliau (Junaidi Hamsyah, red) akan diarak keliling dari Balai Raya menuju Lapangan Merdeka dengan payung ubur-ubur kuning. Dibelakangnya akan ikut mengiringi para pemain musik dol,” terang Sekretaris Umum KKT Bencoolen Heryandi Amin.

Ia menuturkan, pengarakan Gubernur Bengkulu dalam acara pembukaan Festival Tabot 1437 Hijriah ini adalah bentuk apresiasi KKT Bencoolen kepada Junaidi Hamsyah yang akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini.

“Besok kami sudah mulai melakukan ritual mendo’a agar penyelenggaraan Festival Tabot tahun ini dapat berjalan aman dan lancar. Tabot sendiri sudah mulai kami kerjakan sejak dua bulan yang lalu dan saat ini semuanya sudah hampir rampung,” ungkap pria tambun ini.

Agar proses penyelenggaraan Festival Tabot tidak mengalami kendala, Heryandi mengimbau para pengamat dan praktisi budaya tidak membenturkan budaya tabot dengan pandangan-pandangan kontroversial.

“Belakangan ini banyak yang membenturkan budaya tabot dengan pemahamannya sendiri yang justru merugikan kami sebagai pihak
penyelenggara. Kami berharap pembenturan nilai-nilai tabot dengan nilai-nilai budaya diluar tabot dapat dihentikan. Tabot adalah salah satu ikon milik masyarakat Bengkulu,” urainya.

Festival Tabot 2015 akan diselenggarakan selama sepuluh hari sejak 13 Oktober 2015. Rangkaian ritual yang akan diselenggarakan sepanjang sepuluh hari tersebut seperti ambik tanah, arakan tabot, tabot besanding dan tabot tebuang.

“Berbagai macam aneka lomba kesenian dan keagamaan tahun ini tetap akan diselenggarakan. Seluruh kabupaten dan kota yang ada di Bengkulu diundang untuk mengikuti perlombaan. Tapi teknisnya bukan KKT Bencoolen yang menyelenggarakan, melainkan pemerintah daerah,” terangnya.

Selain lomba, Festival Tabot juga akan dimeriahkan dengan adanya telong-telong dan kegiatan pasar rakyat yang tempatnya dikonsentrasikan di depan Lapangan Merdeka Bengkulu.

“Stand pasar rakyat tidak diperkenankan berada di depan Polres Bengkulu dan Balai Raya. Polres Bengkulu sendiri yang memastikan hal ini. Ini harus dilaksanakan agar tabot berlangsung meriah,” demikian Heryandi.

Selain sebagai bentuk peringatan tahun baru Islam, Festival Tabot juga diselenggarakan untuk memperingati kisah kepahlawanan dua cucu Nabi Muhammad SAW dalam peperangan di Padang Kerbala. Berdasarkan keterangan dari KKT Bencoolen, budaya ini dibawa ke Bengkulu oleh seorang syekh bernama Burhanuddin pada tahun 1685. (Rudi Nurdiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait