Perusahaan Batu Bara Mulai Gulung Tikar

Batu Bara

BENGKULU, PB- Ratusan pekerja perusahaan batu bara PT. Inti Bara Perdana (IBP) yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terkena pemutusan hubungan kerja karena harga komoditi ini sedang anjlok.

Direktur PT. IBP Sutarman mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merasakan langsung dampak dari anjloknya  harga komoditi batu bara. Untuk itu pihaknya harus melakukan efisiensi agar perusahaan bisa tetap beroperasi, salah satu caranya adalah dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami merasakan langsung dampak anjloknya harga batu bara sangat terasa. Semakin hari, harga semakin terjun bebas. Tentu agar perusahaan bisa tetap hidup, kami harus melakukan efisiensi pengeluaran. Salah satu caranya adalah dengan memberhentikan sebagian pekerja kita. kami terpaksa memecat 125 orang pekerja kami,” katanya kepada Pedoman Bengkulu saat dijumpai di Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (23/10/2015).

Lanjutnya, Jumlah pekerja yang ada di perusahaan tambang yang dipimpinnya berjumlah sekitar 800 orang pekerja, dengan jumlah pekerja yang sebanyak itu maka beban perusahaan akan tinggi, sementara harga batu bara sedang anjlok, sehingga kebijakan PHK menjadi langkah yang dinilai tepat.

“Kami bisa katakan, perusahaan tambang lainnya juga pasti melakukan hal yang sama. Info yang kami dengar hampir seluruh perusahaan tambang pasti melakukan pemecatan, guna efisiensi,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Perusahaan pertambangan yang beroperasi di Bengkulu hanya bisa menimbun batu bara hasil produksinya. Karena jika dijual tetap saja tidak mampu menutupi biaya operasional perusahaan. [Muammarsyarif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait