Tanpa Regulasi, Bengkulu Bisa Dibanjiri Inveksi HIV/AIDS

Merly YuandaBENGKULU, PB – Yayasan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi Masyarakat (Kipas) Bengkulu kembali mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi perkembangan HIV/AIDS di Provinsi Bengkulu.

Disampaikan Direktur Yayasan Kipas Bengkulu, Merly Yuanda, setiap tahun, terjadi peningkatan penderita HIV/AIDS di Bengkulu sebesar 28 persen.

“Tahun 2014 jumlah yang mengidap sebanyak 677 orang. Tahun ini naik menjadi 703 orang. Sejak tujuh tahun Kipas berdiri, kecendurungan naik 28 persen setiap tahun,” bebernya.  Bila tak diantisipasi, sambung Merly, bukan mustahil penduduk Bengkulu akan punah karena virus ini.

“Yang tua mati karena umur, yang muda karena HIV/AIDS. Pemerintah harus turun tangan. Regulasi untuk penanganannya harus segera diterbitkan,” tandasnya.

Ia membeberkan, DPRD Provinsi Bengkulu sebenarnya sudah pada tahap perumusan Peraturan Daerah (Perda) mengenai penanganan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia ini.

“Kemarin draftnya sudah ada, tapi dimentahkan lagi sama rekan-rekan DPRD Provinsi. Mereka minta studi banding dulu. Padahal masalah ini sudah kronis,” ketusnya.

Merly menuturkan, selama ini program penanggulangan HIV/AIDS berasal dari Global Fund for AIDS yang dikucurkan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Kipas Bengkulu.

“Tapi tahun 2015 ini program Global Fund dihentikan. Gubernur, Wali Kota dan Bupati-bupati masih saja terkesan tidak peduli. Padahal ini bisa menyebabkan ledakannya penyebarannya akan lebih dahsyat. Buktinya, ada salah satu tempat di Kota Bengkulu ini yang kami suplai 3.500 kondom setiap bulan,” urai Merly.

Data terhimpun, hasil dari Unit Voluntary Consuling Tes (VCT) atau tes sukarela di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus, pada semester pertama tahun 2015 terdapat 32 Orang dengan HIV/Aids (ODHA). Sebanyak 65 persen berdomisili di Kota Bengkulu. Mereka terdiri dari 16 orang laki-laki dan 16 orang perempuan dengan jumlah terbesar mencapai 12 orang adalah ibu rumah tangga.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, ODHA di Bengkulu telah mencapai 100 orang. Tahun 2012 ada sebanyak 48 kasus pengidap HIV AIDS, tahun 2013 sebanyak 31 kasus, tahun 2014 sebanyak 47 kasus dan tahun 2015 ada 27 kasus. (Rudi Nurdiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait