Taman Remaja Dibiarkan Terbengkalai

Anak-anak PAUD saat mengunjungi Taman Remaja BengkuluBENGKULU, PB – Meski telah disentil oleh media online di Malaysia yang menyebutkan kebun binatang terburuk di dunia adalah Kebun Binatang Taman Remaja di Bengkulu, pemerintah daerah tetap tak tergerak untuk melakukan pembenahan.

Dalam berita itu, media tersebut mewawancarai seorang investigator senior dari Kelompok Pencinta Satwa Indonesia, Marison Guciano, menyatakan bahwa kandang satwa tidak tersedia makanan yang cukup dan air untuk minuman satwa.

Ditanyai mengenai buruknya pengelolaan ini, Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu, M Sofyan, mengatakan, ganjalan terbesar mereka untuk membenahi Taman Remaja adalah karena persoalan aset.

“Terus terang kita tidak bisa berbuat banyak dalam melakukan pembenahan. Karena aset di taman seluas 2,5 hektar itu masih milik Pemerintah Provinsi Bengkulu,” kata Sofyan kepada Pedoman Bengkulu, Rabu (21/10/2015).

Konsekuensi dari tumpah tindihnya antara hak pengelolaan dan hak aset Taman Remaja tersebut, lanjut Sofyan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bengkulu selalu kesulitan bila mengusulkan anggaran perbaikan manajemen dan pengelolaan dalam APBD Kota Bengkulu.

“Kita sudah berkali-kali mengusulkan agar dirombak. Tapi menurut dewan, kalau asetnya kita rombak, kita yang salah. Ketimbang menimbulkan polemik, anggarannya kita pakai untuk yang lain. Karena pekerjaan yang lain juga banyak yang tak kalah penting,” sampainya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu hak pengelolaan Taman Remaja diserahkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu sejak tahun 2008. Status Taman Remaja sendiri bukan kebun binatang, melainkan taman satwa.

Di Taman Remaja, terdapat koleksi satwa yang terdiri dari burung langka, tupai, rusa timor, buaya, yang keseluruhan jumlahnya mencapai 116 ekor. Setiap bulan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu mengeluarkan biaya Rp 7,5 juta untuk biaya perawatan kandang, biaya makanan satwa dan kebersihan Taman Remaja.

Setiap tahun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan dari Taman Remaja adalah sebesar Rp 216 juta. Dikelola oleh pihak ketiga, setiap pengunjung dibebani tarif masuk Rp 2 ribu. Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bengkulu telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu namun hingga saat ini surat tersebut belum pernah ditanggapi.

Meski tak terawat, namun kawasan Taman Remaja sering digunakan oleh warga kota untuk bersantai. Diluar kawasan Taman Remaja, terdapat sebuah taman yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti lomba burung berkicau. Pada kawasan ini juga banyak pedagang kuliner yang menjajakan dagangannya. [Rudi Nurdiansyah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait