Segudang Kisah Dibalik Shalat Berjamaah Berstimulus Hadiah

DetikBerawal dari kegelisahan sepinya warga yang melaksanakan shalat berjama’ah di masjid ketika baru menjabat sebagai Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan memberanikan diri mencetuskan program ‘Shalat Berjama’ah Berstimulus Hadiah’. Saat ini, pemenang hadiah mobil dari program ini memang sudah mendapatkan apa yang menjadi haknya. Namun ada segudang kisah yang belum terungkap dibalik pelaksanaan program ini.

RUDI NURDIANSYAH, Kota Bengkulu

Sejak berkuasa, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan punya kebiasaan melaksanakan Asmara Subuh. Asmara Subuh merupakan singkatan dari menyerap aspirasi masyarakat di subuh hari. Hampir setiap masjid yang ia datangi dalam keadaan sepi. Warga yang datang shalat subuh bersamanya hanya 1 hingga 3 orang jama’ah. Sisanya para pejabat yang ada di jajaran Pemerintah Kota Bengkulu yang dibawa Helmi.

Meski sepi, warga yang mengikuti shalat berjama’ah bersama Helmi selalu menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari jalan yang rusak, drainase yang tersumbat, hingga bantuan untuk melakukan renovasi masjid. Helmi mengapresiasi seluruh aspirasi tersebut, tapi ia tetap risau dengan sepinya masjid dari aktifitas shalat berjama’ah.

Belum lagi surut kegelisahannya atas sepinya shalat berjama’ah di masjid-masjid yang ada di Kota Bengkulu, sebuah kasus sensasional mengemuka. Seorang Ibu RT 16 RW 3 Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring berinisial EM, tega mencabuli belasan remaja di depan suaminya yang tengah sakit. Publik Indonesia gempar.

“Kejadian itu terjadi di wilayah yang saya pimpin. Saya sampai tidak bisa tidur memikirkannya. Sejak itu saya tekadkan agar warga saya yang muslim untuk berbondong-bondong menegakkan shalat, agar tumbuh kembali rasa malu dalam jiwa mereka ketika berbuat maksiat,” kata Helmi saat ditemui di Balai Kota, beberapa waktu yang lalu.

Imbauan shalat yang ia gemakan tak bersambut. Sebaliknya, ia justru mendapatkan kenyataan bahwa berbagai kegiatan yang bersifat duniawi seperti ‘Jalan Sehat’ dan ‘Senam Massal’ mampu menghipnotis puluhan ribu warga Kota Bengkulu untuk berbondong-bondong mengikutinya.

“Sejak itu saya berfikir, untuk mengundang banyak orang, diperlukan iming-iming hadiah. Setelah melalui kajian yang mendalam, akhirnya timbullah niat untuk memberikan hadiah kepada mereka yang rajin shalat berjama’ah. Bagi saya ini adalah adzan sosial. Ini bukan tentang menukar pahala shalat dengan hadiah, ini semata-mata hanyalah salah satu metode dakwah,” kenang Helmi sebelum meluncurkan programnya.

Pro dan kontra seakan meledak di seluruh Indonesia ketika program ini diluncurkan, Rabu, 12 Februari 2014. Bukan hanya dari kalangan agamawan, tapi penentangan juga berasal dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan dirinya Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu. Puluhan hadiah mobil, sepeda motor dan berbagai hadiahnya yang tadinya sempat dikumpulkan dari banyak donatur, akhirnya dikembalikan. Kecuali mobil bekas milik istri Helmi, Khairunnisa.

Hambatan dakwah adzan sosial yang Helmi dapatkan tidak cukup sampai disitu. Dipertengahan perjalanan program ini, atau tepatnya pada 17 November 2014, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Suryawan Halusi, ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu karena kasus dana bantuan sosial (bansos) APBD Kota Bengkulu 2013. Bersama Suryawan, ikut ditahan lima pejabat Pemerintah Kota lainnya. Sejak itu, keadaan Pemerintah Kota seakan mati suri. Program ini pun terkesan terbengkalai.

Pun demikian, Helmi tak kehabisan akal. Setelah semua hadiah shalat dikembalikan kepada donatur, ia menawarkan agar para jama’ah yang masih setia mengikuti program ini mendapatkan hadiah umroh gratis. Saat itu hanya menyisakan 149 orang. Para peserta setuju. Kemudian dianggarkanlah Rp 2,3 miliar dari dana APBD 2015 untuk para peserta.

Dari 149 peserta, 18 diantaranya menginginkan mobil bekas istri Helmi bermerk Toyota jenis Innova. Sementara 131 orang tetap setia untuk mendapatkan umroh gratis. Setelah melewati proses seleksi panjang, hadiah mobil bekas istri Helmi didapatkan oleh Marwan HS, pegawai honorer Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kota Bengkulu.

“Untuk pembagian hadiah umroh gratis masih kita kaji ulang. Selain karena belum ada kepastian dari Kementerian Dalam Negeri RI yang memperkenankan penggunaan dana umroh gratis, kita juga berharap agar para peserta dapat betul-betul meluruskan niat mereka dalam mengikuti program ini. Jangan sampai ketidakikhlasan shalat yang mereka lakukan dalam mengikuti program ini membuat mereka tersesat di Tanah Suci nanti,” ungkap Helmi.

Dua Kisah Hikmah

Atas keseluruhan program ini, Helmi percaya, hati manusia bila disiram dengan iman secara terus menerus, pasti akan memperoleh hidayah dan kesejatian iman. Sebagaimana kisah yang seringkali ia ungkapkan tentang seorang anak muda yang berencana merampok rumah seorang kyai ternama.

“Mulanya, anak muda itu sudah berada diatas tembok rumah sang kyai yang megah. Waktu itu ia mendegar percakapan antara kyai, istrinya dan anak gadisnya. Sang kyai ingin segera memiliki cucu dan menikahkan anak gadisnya. Ketika ia tanyakan kepada anak gadisnya, maka anak gadisnya menyerahkan urusan itu kepada ayahnya yang dinilainya pintar memilih pasangan sebagaimana memilih ibunya,” tutur Helmi.

Waktu itu, lanjut Helmi, sang kyai lantas membuat ikrar kepada istri dan anaknya. Barangsiapa yang rajin shalat, maka dialah yang akan menjadi menantunya. Sebab, kyai percaya, bila beres shalat seseorang, maka beres juga akhlaknya. Ucapan kyai itu didengar oleh anak muda itu. Alih-alih ingin merampok rumah sang kyai, anak muda itu justru merasa lebih aman untuk meraih harta kekayaan sang kyai bila mengikuti sayembara shalat. Harta dapat, perempuan cantik dapat, pikir anak muda itu.

Setelah dua tahun melaksanakan shalat di masjid yang sama dengan sang kyai, datanglah kyai kepada anak muda tersebut dan menanyakan identitasnya. Meski mendapat jawaban bahwa anak muda itu adalah seorang anak yatim piatu, pengangguran, tak punya rumah, namun kyai sudah terlanjur berikrar. Ia pun menawarkan anak gadisnya.

Sekonyong-konyong menerima tawaran sang kyai, anak muda itu justru menolak menikahi anaknya. Kepada sang kyai, anak muda itu meminta maaf karena sejak awal ia berniat merampok rumahnya dan mendengar ikrar yang diucapkan sang kyai di depan anak dan istrinya. Namun setelah dua tahun ia shalat, mendengarkan ceramah dan tablig, ia sadar, sikapnya selama ini salah. Ia ingin bertobat dan meluruskan niatnya bahwa shalat yang selama ini ia lakukan bukanlah untuk mendapatkan anak sang kyai berikut harta benda yang dimilikinya, melainkan semata-mata hanya untuk Allah.

“Saat itu hati sang kyai berguncang hebat. Dengan ratap tangis justru sang kyai memohon agar anak muda itu mau menikahi anaknya,” tukas Helmi.

Satu kisah lagi tentang seorang raja disuatu negeri yang terkenal sangat bijak. Kerajaannya makmur dan terkenal. Namun suatu hari sang raja diterpa fitnah. Ia dianggap tak lagi bijak karena terlalu sayang kepada salah seorang pelayan di kerajaannya. Ketika penilaian itu sampai ditelinga sang raja, maka sang raja mengumpulkan seluruh kawulanya.

“Barangsiapa yang menginginkan emas, perak, kuda, dan seluruh kekayaan kerajaan, maka silahkan semuanya diambil. Ambillah seluruh isi kerajaan ini tanpa terkecuali,” kata Helmi menirukan ucapan sang raja.

Diberikan kesempatan seperti itu, sekonyong-konyong seluruh abdi raja memperebutkan seluruh harta kerajaan, kecuali seorang pelayan yang tadinya dituduh sebagai orang yang dikasihi oleh sang raja. Ia dicemooh oleh abdi kerajaan yang lain karena tidak menggunakan kesempatannya untuk menumpuk kekayaan.

“Saya cukup menginginkan raja dan memeluknya,” kata Helmi, kali ini menirukan ucapan pelayan raja tersebut.

Menurut Helmi, anak muda ini sadar, bahwa dunia ini sementara dan tidak kekal sifatnya. Harta tidak akan membahagiakannya dan tidak akan dibawanya mati. Namun ketika ia mendapatkan cinta sang raja, maka ia bisa meminta kepada raja agar seluruh harta itu diambil kembali dan menjalankan kekuasaannya yang bijak sebagaimana sebelumnya.

“Pesan dari kisah ini jelas. Barangsiapa yang mencintai harta, maka semua akan sirna. Namun bila mencintai Allah SWT, maka dunia dan isinya akan tunduk kepada kita,” pesan Helmi.

Kisah-kisah tersebut membuat Helmi tetap tegar meski tidak sedikit yang mencemoohnya ketika melaksanakan program ini. Menurut Helmi, ujian terbesar bagi setiap muslim adalah menyumbangkan waktunya, tenaganya dan hartanya di Jalan Allah.

Data terhimpun, sebelum Helmi menjabat sebagai Wali Kota Bengkulu, ia bersama istirnya memiliki tiga kendaraan, yakni Toyota Fortuner, Innova dan Agya. Namun setelah berkuasa, Fortuner miliknya telah ia jual untuk suatu keperluan. Setelah Innova milik istrinya ini ia serahkan, mobil mereka berdua hanya tersisa Agya. Namun Helmi bersyukur ketika mengetahui istrinya ikhlas menerima kenyataan bahwa selama mereka berkuasa, harta mereka bukannya bertambah, namun justru berkurang. Wallahu A’lam Bishawab. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait