Provinsi Bantah Disebut Tak Peduli Tabot

Tarian tradisional BengkuluBENGKULU, PB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu tidak merasa menganaktirikan Festival Tabot yang digelar rutin setiap tahunnya. Walaupun tidak menempatkan anggaran Tabot dalam APBD tahunan, tapi DPRD Provinsi Bengkulu selalu melakukan pembahasan anggaran Tabot di dalam badan anggaran DPRD Provinsi Bengkulu.

“Bukan kita tidak peduli, dalam Badan Anggaran DPRD Provinsi Bengkulu selalu ada pembahasan seputar alokasi dana yang diperuntukkan untuk pelaksanaan Tabot,” kata Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sujono kepada Pedoman Bengkulu, Rabu (21/10).

(Baca: Pemerintah Kota Dinilai Lebih Peduli Tabot)

Lanjut Sujono, Kota Bengkulu sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Tabot memang sudah sewajarnya menganggarkan dalam APBD tahunan karena sudah menjadi semacam kegiatan rutin bagi Pemerintah Kota Bengkulu.

“Setiap orang kan sudah tahu bahwa Festival Tabot itu adalah agenda rutin bagi Pemerintah Kota Bengkulu, dengan adanya penyelenggaraan Tabot maka ekonomi akan bergairah selama festival itu berlangsung dan itu akan memicu pertumbuhan ekonomi dan PAD kota Bengkulu,” ujarnya.

Sebelumnya Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) Bencoolen merasa di anaktirikan dan kurang diperhatikan terkait dengan pos anggaran tabot yang tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahunan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Festival Tabot menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sejak tahun 1990 Pesta Budaya Tabot ditingkatkan menjadi festival wisata di Propinsi Bengkulu, yang diberi nama Festival Tabot.

Dalam Festival Tabot, perayaan yang semula hanya berisikan upacara-upacara ritual diperkaya dengan berbagai atraksi tambahan yang mampu memberi hiburan kepada masyarakat dan wisatawan. Selama 10 hari pelaksanaan Festival Tabot, masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan rangkaian upacara ritual Tabot dan menikmati berbagai pegelaran seni-budaya serta lomba-lomba kreasi seni tradisional Bengkulu, seperti : lomba ikan-ikan, telong-telong (lampion), lomba dol, seni tari, barong landong, dan sebagainya. [Muammarsyarif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait