Kekeringan Melanda Betungan

12068495_10206920504285156_3270521428452819420_oBENGKULU, PB – Akibat lama tidak turun hujan, sejumlah wilayah di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu mengalami kekeringan parah. Sejumlah warga mengaku saat ini terpaksa mengkonsumsi lumpur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan air.

Ditemui di kediamannya di Jalan Padang Makmur I RT 8 RW 6 Kelurahan Betungan, Eka Epriani (34) kepada Pedoman Bengkulu mengatakan, kekeringan sudah melanda sejak sebelum lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Sejak itu kami sudah berupaya menggali sumur-sumur lebih dalam, tapi yang keluar justru air lumpur. Sekarang kami terpaksa mengkonsumsi air rawa di tanah milik orang lain,” katanya.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Bengkulu memberikan bantuan kepada mereka. Bantuan tersebut diharapkan dapat dalam bentuk pengadaan sumur bersama atau droping air secara gratis.

“Warga disini rata-rata belum punya sumur. Karena kalau mau pakai sumur, kita harus menggali lebih dari 10 meter untuk mendapatkan air. Sementara ekonomi kami pas-pasan,” tuturnya.

Ketua RW 6 Kelurahan Betungan, Burhanuddin, tak menampik hal tersebut. Berdasarkan keterangan yang ia terima, kekeringan hampir terjadi di seluruh wilayah yang ia pimpin.

“Memang rata-rata warga kami mengalami kekeringan. Namun saya belum merinci berapa kepala keluarga yang terkenda dampak kemarau panjang ini,” sampainya.

Dikonfirmasi mengenai permintaan warga, Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu Sjobirin Hasan menuturkan, pihaknya akan melakukan droping air sebagaimana permintaan warga tersebut.

“Tapi perlu kami tegaskan, ini sebenarnya bukan tugas kami. Namun karena Wali Kota Helmi Hasan selalu menekankan pentingnya seluruh lembaga pemerintahan tidak melupakan tanggungjawab sosial masing-masing, maka kami akan melakukan droping air ke kawasan tersebut besok pagi (12/10/2015),” ucapnya.

Ia mengimbau kepada warga untuk menyediakan alat penampung seperti ember atau baskom di satu titik kumpul. Ia memastikan, droping air bersih gratis ini juga berlaku bagi seluruh warga Kota Bengkulu lainnya.

“Kalau ada yang mengalami keluhan yang sama, silahkan hubungi kami atau langsung lapor ke PDAM. Kami akan terus melayani masyarakat yang terkena dampak musim kemarau ini. Setiap hari kami bisa droping air sebanyak 25.000 liter. Jangan saja minta kami kami untuk menggali sumur. Karena itu sudah jauh dari tugas kami,” tutupnya. (Rudi Nurdiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kekeringan Melanda Betungan

12068495_10206920504285156_3270521428452819420_oBENGKULU, PB – Akibat lama tidak turun hujan, sejumlah wilayah di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu mengalami kekeringan parah. Sejumlah warga mengaku saat ini terpaksa mengkonsumsi lumpur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan air.

Ditemui di kediamannya di Jalan Padang Makmur I RT 8 RW 6 Kelurahan Betungan, Eka Epriani (34) kepada Pedoman Bengkulu mengatakan, kekeringan sudah melanda sejak sebelum lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Sejak itu kami sudah berupaya menggali sumur-sumur lebih dalam, tapi yang keluar justru air lumpur. Sekarang kami terpaksa mengkonsumsi air rawa di tanah milik orang lain,” katanya.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Bengkulu memberikan bantuan kepada mereka. Bantuan tersebut diharapkan dapat dalam bentuk pengadaan sumur bersama atau droping air secara gratis.

“Warga disini rata-rata belum punya sumur. Karena kalau mau pakai sumur, kita harus menggali lebih dari 10 meter untuk mendapatkan air. Sementara ekonomi kami pas-pasan,” tuturnya.

Ketua RW 6 Kelurahan Betungan, Burhanuddin, tak menampik hal tersebut. Berdasarkan keterangan yang ia terima, kekeringan hampir terjadi di seluruh wilayah yang ia pimpin.

“Memang rata-rata warga kami mengalami kekeringan. Namun saya belum merinci berapa kepala keluarga yang terkenda dampak kemarau panjang ini,” sampainya.

Dikonfirmasi mengenai permintaan warga, Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu Sjobirin Hasan menuturkan, pihaknya akan melakukan droping air sebagaimana permintaan warga tersebut.

“Tapi perlu kami tegaskan, ini sebenarnya bukan tugas kami. Namun karena Wali Kota Helmi Hasan selalu menekankan pentingnya seluruh lembaga pemerintahan tidak melupakan tanggungjawab sosial masing-masing, maka kami akan melakukan droping air ke kawasan tersebut besok pagi (12/10/2015),” ucapnya.

Ia mengimbau kepada warga untuk menyediakan alat penampung seperti ember atau baskom di satu titik kumpul. Ia memastikan, droping air bersih gratis ini juga berlaku bagi seluruh warga Kota Bengkulu lainnya.

“Kalau ada yang mengalami keluhan yang sama, silahkan hubungi kami atau langsung lapor ke PDAM. Kami akan terus melayani masyarakat yang terkena dampak musim kemarau ini. Setiap hari kami bisa droping air sebanyak 25.000 liter. Jangan saja minta kami kami untuk menggali sumur. Karena itu sudah jauh dari tugas kami,” tutupnya. (Rudi Nurdiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait