6 Ribu Hektar Wilayah Enggano Hilang

Salah satu sudut panai di Pulau Enggano

Salah satu sudut pemandangan pesisir pantai di Pulau Enggano

BENGKULU, PB –  Aktivitas pertambangan pasir di Pulau Enggano, Bengkulu tidak hanya sekedar merusak lingkungan dan ekosistem mangrove, tapi sudah menggerus luas pulau itu, khususnya di Desa Ka’ana yang merupakan lokasi pertambangan pasir PT. Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera. Sekertaris Yayasan Karya Enggano, Prontir Kaono, dengan tegas mengatakan menolak adanya aktifitas pertambangan pasir di desa kaa’na Pulau Enggano. “Ekosistem mangrove sangat penting dijaga kelestariannya karena mampu menahan laju abrasi pantai. Jika pasir yang ada di ekosistem mangrove dikeruk dan diambil maka ekosistem mangrove tersebut akan rusak. Buktinya banyak tanaman mangrove yang telah tumbang di sekitar wilayah tambang,” katanya kepada Pedoman Bengkulu, Jumat (23/10/2015). Lanjutnya, aktifitas galian pasir akan mempercepat berkurangnya luas daratan pulau enggano. “Dulu luas wilayah daratan Pulau Enggano 45.000 Hektar, namun pada tahun 2010 hanya tersisa 39.000 Hektar. Artinya luas wilayah Enggano sudah hilang 6.000 Hektar akibat aktifitas galian pasir ilegal yang sangat eksploitatif,” terangnya. Seperti yang diketahui, Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Enggano sebelumnya telah menggelar aksi demonstrasi menuntut Gubernur Bengkulu untuk segera mencabut izin tambang PT. Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera yang berlokasi di Desa Kaa’na. (Baca: Selamatkan Enggano ari Aktivitas Tambang) [Muammarsyarif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait